Selasa, 10 Juni 2008

peristiwa kerusuhan suporter


C. Peristiwa Kerusuhan Suporter

Banyak sekali kerusuhan-kerusuhan suporter yang terjadi di Indonesia contoh-contohnya adalah sebagai berikut:
Kerusuhan Lebak Bulus
Pertandingan lanjutan Liga Indonesia 2007 antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Lebak Bulus pada hari Kamis (16/8) 2007 diwarnai dengan aksi teror.Laga yang akhirnya dimenangi Persija dengan skor 1-0 diawali dengan perilaku tidak menyenangkan dari suporter Persija.Perilaku tak menyenangkan ini dimulai saat Persib menuju stadion, bus yang mengangkut mereka ditimpuki batu. Kaca bus hampir di semua sisi hancur. Beberapa ofisial dan pemain terluka akibat pecahan kaca. Saat hendak menuju ruang ganti stadion, Zaenal Arif dan Eka Ramdani terkena pukulan dari oknum suporter yang memakai atribut Jakmania. Kiper Persib, Tema Musadat, juga sempat tergeletak terkena lemparan benda keras pada pertengahan babak pertama. Kondisi sama dialami Lorenzo Cabanas saat hendak mengambil tendangan bebas pada babak kedua. Official Persib yang berada di bench tak luput dari lemparan botol mineral dari oknum suporter di atas tribun. "Dalam kondisi begini pemain kelas dunia mana pun tak akan konsentrasi bertanding," kata Yossi Irianto, manajer Persib. Pengurus The Jakmania menyayangkan sikap tak simpatik anggota dan simpatisannya. Menurut Ketua suporter Persija, Danang Ismartani, aksi brutal dipicu dendam teror yang diterima Bambang Pamungkas dkk. di Bandung pada putaran pertama. Karena kejadian ini Komisi disiplin BLI bersikap adil dan menghukum suporter Persija dengan hukuman dilarang menonton pertandingan yang dilakukan Persija.
Kerusuhan Persija
Pertandingan semifinal Liga Djarum 2007 di Gelora Utama Bung Karno, Rabu (06/02/2008) antara PSMS Medan dengan Persipura Jayapura,diakhiri dengan kerusuhan. Pertandingan yang dimenangi PSMS Medan lewat drama adu pinalti, membuat para suporter Persija yang ada di sana mengolok-olok suporter Persipura. Tidak senang atas perlakuan suporter Persija, suporter Persipura pun rusuh dengan suporter Persija. Kerusuhan ini mengakibatkan tewasnya salah satu suporter Persija. Berdasrkan kerusuhan ini Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga (Menegpora) Adiyaksa Dault, melarang semua klub lokal untuk menggunakan Stadion GBK dalam event apapun, Menegpora sudah tidak bisa mentolerir lagi aksi anarkis yang sering dilakukan pendukung klub, dan tewasnya seorang Jakmania semakin menguatkan keputusan tersebut.Menurut Menegpora, kerusuhan demi kerusuhan yang sering terjadi dalam sepak bola Nasional, sudah harus dihentikan, jika tidak Menegpora tak segan-segan menghentikan Liga Indonesia, bahkan untuk partai final musim ini yang hanya tinggal menunggu hari sekalipun. Jika GBK tertutup untuk klub lokal, maka partai final musim ini yang mempertemukan All Sumatera final antara Sriwijaya FC vs PSMS Medan dipastikan tidak akan di gelar di GBK, Menegpora menyarankan Stadion Gelora Jaka Baring Palembang menjadi alternatifnya.

Tidak ada komentar: